Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Enggak nyangka banget! ini mitos dan faktar seputar 5G

Enggak nyangka banget! ini mitos dan faktar seputar 5G

Enggak nyangka banget! ini mitos dan faktar seputar 5G - Untuk urusan smartphone dengan spesifikasi tinggi yang dijual dengan harga terjangkau, Xiaomi adalah yang terdepan. Tetapi untuk urusan 5G, sepertinya Telkomsel adalah pelopornya 5G yang ada di Indonesia.

Enggak nyangka banget! ini mitos dan faktar seputar 5G
Enggak nyangka banget! ini mitos dan faktar seputar 5G


Telkomsel digadang-gadang bakal menjadi yang terdepan dalam menggelar layanan 5G secara komersial di Indonesia. Kabarnya, operator seluler yang identik dengan warna merah ini akan secepatnya memberitahukan secara luas mengenai layanan jaringan generasi kelima tersebut usai melalui tahapan Uji Layak Operasi (ULO) 5G di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Kehadiran teknologi jaringan 5G tentu akan memberikan efek positif bagi masyarakat. Dengan kecepatan dan data rate yang tinggi, jaringan 5G bisa menyanggupi keperluan pola hidup serba digital di masa kini. Pengguna sanggup menonton video streaming dengan lebih lancar, bahkan bisa bermain games tanpa halangan.

Kendati demikian, rupanya masih banyak penduduk yang belum familiar dan paham sepenuhnya tentang 5G ini. Bahkan, terdapat banyak sekali macam mitos yang beredar seputar 5G yang belum terbukti kebenarannya. Apakah mitos tersebut benar adanya? Berikut ulasannya seumpama dilansir dari laman resmi Telkomsel.

5G Bikin Boros Kuota Internet, Masa Sih?

Dengan mutu dan latensi yang jauh lebih cepat, tak sedikit pengguna yang kalut penggunaan jaringan 5G menghasilkan paket internet dan pulsa menjadi boros. Padahal tidak sepenuhnya benar alasannya hal ini bergantung pada masing-masing pengguna.

Teknologi 5G menenteng pengalaman yang lebih tinggi ketimbang generasi sebelumnya dengan menghidangkan koneksi data yang cepat. Semakin cepat koneksi data, maka akan makin besar pula akumulasi data yang dikonsumsi.

Supaya tidak boros, pengguna bisa merubah setting mutu video streaming dari Full HD menjadi standar. Atau dapat juga melakukan pembiasaan mutu grafis di saat bermain games.

Mitos Sinyal 5G Bisa Lacak Posisi Orang Lain


Muncul fikiran bahwa dengan mengaktifkan sinyal 5G pengguna bisa mengenali dan melacak posisi orang lain. Sayangnya hal ini tidak benar. Sebab pengguna cuma bisa menyaksikan posisi orang lain apabila orang tersebut membagikan titik lokasinya lewat aplikasi. Misalnya saja dengan fitur share location. Atau cara lain yang memungkinkan aplikasi untuk mengenali lokasi pengguna.

5G Katanya Mengganggu Kesehatan? Nyatanya...

Seperti halnya teknologi seluler sebelumnya, jaringan 5G juga mengandalkan sinyal yang dibawa oleh gelombang radio atau radiofrequency electromagnetic fields (EMF). Gelombang ini sama dengan yang digunakan pada televisi dan radio. Padahal menurut keterangan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga dengan di saat ini tidak ada observasi yang berbincang adanya ancaman yang ditimbulkan paparan frekuensi radio kepada kesehatan badan manusia.

5G Sebabkan COVID-19? Nggak Lho!

Tahun kemudian sempat beredar unggahan di media lazim yang berbincang adanya kaitan antara jaringan 5G dan wabah virus Corona. Video tersebut sempat ramai di Facebook, YouTube, serta Instagram. 

Bahkan ikut diposting oleh akun yang sudah terverifikasi dan punya ratusan ribu pengikut. Terkait hal ini ternyata teknologi jaringan 5G terbukti tidak membuatkan virus Corona, tidak pula memicu COVID-19. Sebab suatu virus tidak dapat menyebar lewat gelombang radio, melainkan lewat droplets.

Faktanya

Kabar yang beredar soal 5G di atas cuma mitos belaka alasannya tidak terbukti kebenarannya. Terlepas dari itu, kemunculan teknologi 5G di suatu negara justru akan membuka banyak potensi dan pengalaman baru.

Jaringan super cepat 5G ini bisa dikatakan memiliki kapabilitas yang lebih utuh dan mumpuni dibandingkan generasi sebelumnya sehingga bisa menjawab banyak sekali halangan dalam hal bandwidth, latensi, dan konektivitas.

Bicara soal kecepatan data, secara teori 5G sanggup meraih peak data rate hingga 20 kali lebih singkat dari 4G, adalah 20 Gbps. Kemudian, 5G memiliki latensi lebih rendah rendah sebesar 1ms atau sekitar 10 kali lebih rendah dibandingkan jaringan 4G. Hal tersebut menghasilkan 5G bisa mendatangkan susukan yang lebih instan, terutama pada pemanfaatan jaringan secara real-time.

Selain itu, 5G juga didesain untuk mengakomodasi connection density pada 1 juta perangkat/km2, atau 10 kali lebih banyak dari 4G.

Adanya teknologi jaringan seluler 5G dinilai menenteng efek besar dalam mentransformasi kehidupan penduduk lewat beberapa klasifikasi inovasi utama. Inovasi di lini enhanced Mobile Broadband (eMBB) memungkinkan Anda untuk menikmati pemanfaatan teknologi yang lebih matang di banyak sekali sektor, mulai dari video streaming bermutu tinggi, virtual reality (VR), augmented reality (AR), hingga cloud gaming.

Lalu pada Ultra-Reliable and Low Latency Communications (uRLLC), jaringan 5G mendorong akselerasi transformasi industri alasannya bisa menolong para pelaku industri dalam meningkatkan produktivitas, efektivitas, efisiensi, dan presisi di setiap acara operasionalnya. 

Misalnya saja dalam menawarkan layanan kesehatan jarak jauh, tergolong remote surgery, serta wireless automation di tempat industri yang meliputi remote controlling machinery, smart surveillance, dan smart factory.

Tidak cuma itu saja, penerapan teknologi 5G dinilai berfaedah bagi pengembangan smart farming dan smart agriculture, serta mendorong pengembangan smart city.

Seperti diketahui, Telkomsel sekarang tengah berusaha meningkatkan teknologi jaringan 5G di RI. Selain melakukan ULO di Kominfo, Telkomsel juga menggandeng sejumlah teman strategis dan pemangku kepentingan dalam pengembangan layanan 5G biar bisa secepatnya dicicipi masyarakat.



Sumber detik.com
ADM
ADM Techno Holic

Posting Komentar untuk "Enggak nyangka banget! ini mitos dan faktar seputar 5G"

close